Rabu, 02 Agustus 2023

Teritori Inggris Di Samudra Hindia

Teritori Inggris di Samudra Hindia

Teritori Inggris di Samudra Hindia meliputi beberapa wilayah kecil yang tersebar di sepanjang pantai timur Afrika dan Asia Selatan. Wilayah ini meliputi Kepulauan Chagos, Diego Garcia, dan Kepulauan Falkland. Wilayah-wilayah ini menjadi bagian dari wilayah Britania Raya pada awal abad ke-19, dan sejak saat itu Inggris telah mengembangkan kekuasaannya di wilayah tersebut.

Kepulauan Chagos, terletak di Samudra Hindia tengah, merupakan wilayah paling terkenal yang dimiliki oleh Inggris di wilayah tersebut. Kepulauan ini memiliki luas sekitar 640 km persegi dan terdiri dari 60 pulau yang tersebar di sekitar atol karang. Selama lebih dari satu abad, Inggris menggunakan Kepulauan Chagos sebagai pangkalan militer dan juga sebagai tempat penjara untuk tahanan politik.

Pada tahun 1965, Inggris menyerahkan wilayah tersebut kepada Mauritius sebagai bagian dari kesepakatan kemerdekaan. Namun, pada tahun 1971, Inggris membeli kembali Kepulauan Chagos dari Mauritius dengan harga 3 juta poundsterling dan mulai mengusir penduduk asli, yang terdiri dari sekitar 2.000 orang dari keturunan India dan Afrika, dan memindahkan mereka ke Mauritius dan Seychelles.

Selain Kepulauan Chagos, Inggris juga memiliki Diego Garcia, sebuah atol karang di tengah Kepulauan Chagos. Diego Garcia menjadi pangkalan militer penting bagi Inggris dan Amerika Serikat, dan digunakan sebagai basis operasi dalam Perang Teluk Pertama dan Kedua. Pada tahun 2019, Mahkamah Internasional memerintahkan Inggris untuk segera mengakhiri pendudukan dan penggunaan Diego Garcia.

Kepulauan Falkland, yang terletak di Samudra Atlantik Selatan, juga menjadi bagian dari wilayah Inggris di Samudra Hindia. Kepulauan ini menjadi terkenal pada tahun 1982 ketika Argentina menyerang dan mencoba merebut wilayah tersebut dari Inggris. Perang Falkland terjadi selama 74 hari dan mengakibatkan kematian lebih dari 900 orang, sebagian besar di antaranya adalah tentara Argentina. Inggris berhasil memenangkan perang dan mempertahankan kedaulatan mereka atas Kepulauan Falkland.

Wilayah Inggris di Samudra Hindia memiliki nilai strategis yang penting karena letaknya yang dekat dengan Selat Hormuz dan Teluk Persia. Inggris menggunakan wilayah-wilayah ini sebagai pangkalan militer dan basis operasi untuk menjaga keamanan maritim dan mengendalikan lalu lintas kapal di wilayah tersebut.

Meskipun Inggris telah mengembangkan kekuasaannya di wilayah ini selama beberapa abad, keberadaan wilayah-wilayah tersebut sering menjadi kontroversi dan menjadi sumber ketegangan dengan negara-negara yang mengklaim kedaulatan atas wilayah tersebut. Beberapa negara seperti Mauritius dan Argentina telah menuntut Inggris untuk